Langsung ke konten utama

Kumohon datanglah

Selamat pagi malam. Selamat malam pagi.
Aku hanya ingin. . .
Aku ingin bicara pada malam yang sering mendinginkan hati. Bersuara tiada henti.
Aku ingin menyapa hangatnya peluk dan bercerita tentangku.
Berbagi keluh kisah yang tak pernah habis itu.
Aku ingin tau kemana dingin membawamu. Penasaranku hingga mati.

Kumohon datanglah. . .
Datanglah wahai jari-jari yang menggenggam.
Aku ingin hangat perbincangan kita terekam. Bicara panjang soal cerahnya masa depan.
Aku ingin. . .

Kumohon datanglah. . .
Datanglah wahai mata. Aku ingin ada yang memperhatikan langkahku. Menuntunku ditempat yg gelap ini. Karena aku takut tersesat.

Kumohon datanglah. . .
Datanglah wahai bahu yg kekar. Aku ingin ada sandaran. Aku ingin dibantu berdiri ketika lelah. Mengelap air di ujung mata yg tumpah.

Kumohon datanglah. . .
Datanglah wahai kamu masa depanku. Aku ingin segera diperbaiki langkah. Dibantu untuk berdoa dan sujud menghadapNya dibelakangmu. Mencium tanganmu setelahnya.

Aku ingin diamini. Membangun rumah yang paling indah di dunia. Akhiratpun sama.

Aku tau Allah menyampaikan salamku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan di lantai delapan

Malam ini cuaca tak seberapa bagus, bau air dimana-mana. Hujan turun. Seperti biasa, waktu berputar 24 jam dalam sehari, berhitung tak pernah lelah. Menentukan cahaya dan gelap masuk sesuai jadwalnya.  Hujan hari ini sangat bahagia, ditemani kawan petir sesekali. Aku tak memiliki alasan, mungkin mereka tertawa melihat tingkah manusia yang semakin hari semakin kejam. Aku sempat lupa. Hujan juga berkawan angin. Kadang masuk kesela tulang di pinggiran jalan yang gelap. Merubah murung si tukang air panas yang tak laku, menjadi tawa penuh harap. Bias-bias lampu yang indah kemudian masuk melalui kaca. Kegelapan yang seharusnya menyelimuti cakrawara kini sirna karena cahaya. Makna apa yang kamu miliki kini? adakah yang bisa kau simpan? setidaknya dalam hati. Jangan percaya siapapun. Apalagi pada gelap yang hanya beri bias. Cukup hidup pada pedoman keyakinan, doa orang tua, dan simpanan masa depan.

Mari Bercerita

Kini semua tak lagi sama. Telah lama aku berpikir bahwa aku tak pernah bisa hidup tanpa cahaya. Tapi ketika satu persatu cahaya itu padam aku tak bisa apa-apa.  Tak lagi ada nafas yang membuatnya bergerak seirama, seperti sepasang tangan yang mendampingi kaki untuk selalu jalan teratur. Kemudian berhenti lalu tak bergerak sama sekali.  Pada akhirnya aku hanya akan membaca setiap langkah yang dibuat. Tanpa berusaha mendampingi kaki-kaki itu dengan senyum. Pada akhirnya aku tak pernah berani bicara, meski mulut penuh dengan kata-kata.

Raisa - LDR

Ku teringat dalam lamunan Rasa sentuhan jemari tanganmu Ku teringat walau telah pudar Suara tawamu, sungguh ku rindu Tanpamu langit tak berbintang Tanpamu hampa yang ku rasa Seandainya jarak tiada berarti Akan ku arungi  ruang  dan waktu dalam sekejap saja Seandainya sang waktu dapat mengerti Takkan  ada rindu yang terus mengganggu Kau akan kembali bersamaku Ku teringat walau telah pudar Suara tawamu, sungguh ku rindu Tanpamu langit tak berbintang Tanpamu hampa yang ku rasa Seandainya jarak tiada berarti Akan ku arungi ruang dan waktu  dalam  sekejap saja Seandainya sang waktu dapat mengerti Takkan ada rindu yang terus  mengganggu Kau akan kembali bersamaku Terbit dan tenggelamnya matahari Membawamu lebih dekat  Denganmu langitku berbintang Denganmu sempurna ku rasa Seandainya jarak tiada berarti Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap  saja Seandainya sang waktu dapat mengerti Takkan ada rindu  yang ...