Langsung ke konten utama

#Aku26

Akhirnya tiba di #Aku26, begini kira-kira kalo dibreakdown ya report aku:

1. Hidup
Usia berjalan kadang tidak sesuai dengan rencana. Tapi kita harus bahagia, karena hidup selalu punya plotwist yang harus dinikmati.

2. Pertemanan
Di #Aku26, pertemanan mulai naik kelas. Ikatan yang bertahan adalah yang mampu menembus batas.

3. Pencapaian
Perlahan diri sadar, sukses datang dari hal-hal sederhana. Semisal tetep menyeimbangkan kesibukan pekerjaan dan waktu bersama orang tua.

4. Gaya hidup
Percaya atau nggak masuk #Aku26, menabung adalah prioritas. Masa Hedon sudah tenggelam. Uang berarti amunisi, dipakai saat dibutuhkan.

5. Belajar
Akhirnya aku mutlak memercayai hidup adalah tentang belajar. Belajar untuk selalu berusaha lebih baik daripada nggak ngelakuin apa-apa.

6. Cinta
Hubungan berjalan, cinta selesai, keputusan diambil. Usia ini bilang; semenyakitkan apapun rasanya hati, di #Aku26 kamu mengerti bahwa hidup hanya harus dijalani. Beeuh

7. Menikah
Memutuskan menikah dan hidup bersama seseorang memang terlihat menjanjikan. Tapi kamu nggak harus menikah karena merasa ketinggalan. 🙂

8. Kemudian setelah dibreakdown:
Dalam hati, usia baru yaitu #Aku26, aku merasa menjadi pribadi yang dewasa. Kenyataannya? Sampai saat ini aku masih belom tau apa-apa.

Bye. Sekian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gigi Papah

Garis-garis di dahinya semakin hari semakin bertambah. Kapan aku memperhatikan itu?  Kulit wajahnya pun sedikit turun. Aku tak tau itu terjadi. Kulitnya menghitam semakin hari. Tampannya juga mulai luntur. Gagah fotonya kini tak nampak lagi. Hei.. aku ingat dulu. Saat kaki-kakiku kecil. Tubuh yang mungil. Si kecil yang rajin bertanya padamu. Aku sangat lucu bukan?  Kenapa aku baru sadar. Kau semakin tua sekarang. Hampir setengah abad beberapa tahun lagi. Sore ini ketika makan bersama, kita berbincang tentang banyak hal. Seperti biasa. Mungkin aku yang paling banyak bicara.  Makanannya habis. Kemudian kita bergurau tentang pertandingan bulutangkis di tv. Akhirnya dia menyadari, gigi nya patah. Ompong satu. Aku tertawa, memanggil ibu di luar yang berbincang dengan tetangga untuk masuk kepembicaraan kita. Giginya patah. Candaan baru keluarga. Di sela tawa kita, garis-garis di dahinya semakin terlihat. Ia menjadi tua. Tawaku berubah takut. Aku b...

Hujan di lantai delapan

Malam ini cuaca tak seberapa bagus, bau air dimana-mana. Hujan turun. Seperti biasa, waktu berputar 24 jam dalam sehari, berhitung tak pernah lelah. Menentukan cahaya dan gelap masuk sesuai jadwalnya.  Hujan hari ini sangat bahagia, ditemani kawan petir sesekali. Aku tak memiliki alasan, mungkin mereka tertawa melihat tingkah manusia yang semakin hari semakin kejam. Aku sempat lupa. Hujan juga berkawan angin. Kadang masuk kesela tulang di pinggiran jalan yang gelap. Merubah murung si tukang air panas yang tak laku, menjadi tawa penuh harap. Bias-bias lampu yang indah kemudian masuk melalui kaca. Kegelapan yang seharusnya menyelimuti cakrawara kini sirna karena cahaya. Makna apa yang kamu miliki kini? adakah yang bisa kau simpan? setidaknya dalam hati. Jangan percaya siapapun. Apalagi pada gelap yang hanya beri bias. Cukup hidup pada pedoman keyakinan, doa orang tua, dan simpanan masa depan.

Mari Bercerita

Kini semua tak lagi sama. Telah lama aku berpikir bahwa aku tak pernah bisa hidup tanpa cahaya. Tapi ketika satu persatu cahaya itu padam aku tak bisa apa-apa.  Tak lagi ada nafas yang membuatnya bergerak seirama, seperti sepasang tangan yang mendampingi kaki untuk selalu jalan teratur. Kemudian berhenti lalu tak bergerak sama sekali.  Pada akhirnya aku hanya akan membaca setiap langkah yang dibuat. Tanpa berusaha mendampingi kaki-kaki itu dengan senyum. Pada akhirnya aku tak pernah berani bicara, meski mulut penuh dengan kata-kata.